Anak dengan autisme sering kali menunjukkan perilaku hiperaktif, dan ada beberapa alasan yang mendasari kecenderungan ini:
- Gangguan Perkembangan Saraf: Autisme merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi cara anak berinteraksi dan berkomunikasi. Ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengatur perilaku dan emosi, yang berkontribusi pada perilaku hiperaktif45.
- Kesulitan dalam Mengontrol Energi: Anak autis mungkin memiliki kesulitan dalam mengelola energi mereka. Mereka cenderung memiliki tingkat energi yang tinggi tetapi tidak dapat fokus pada satu aktivitas untuk waktu yang lama, sehingga tampak sangat aktif46.
- Sensitivitas terhadap Stimulus Lingkungan: Banyak anak autis sangat sensitif terhadap rangsangan sensorik, seperti suara atau cahaya. Ketidaknyamanan ini dapat membuat mereka bergerak lebih banyak sebagai cara untuk mengatasi atau menghindari ketidaknyamanan tersebut45.
- Keterbatasan dalam Interaksi Sosial: Anak-anak autis mungkin mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial, yang membuat mereka merasa terasing. Untuk mengatasi perasaan ini, mereka mungkin menunjukkan perilaku hiperaktif sebagai cara untuk menarik perhatian atau berusaha berinteraksi dengan orang lain46.
- Kondisi Kesehatan Terkait: Beberapa anak autis juga bisa mengalami kondisi kesehatan lain, seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), yang secara langsung menyebabkan perilaku hiperaktif7.
- Kurang Tidur dan Kelelahan: Anak autis sering mengalami gangguan tidur, yang dapat menyebabkan mereka tampak lebih aktif di siang hari karena kurang tidur45.

