Penyusunan Garis-Garis Besar Isi Media (GBIM) dan Rancangan Pengembangan Bahan Belajar (RPBB) memerlukan pedoman penulisan yang jelas agar materi pembelajaran dapat disampaikan secara efektif dan menarik. Pedoman ini mencakup kesinambungan sajian, penuangan konsep visual/setting, dan penggunaan animasi sebagai penjelas atau penguat konsep. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai pedoman penulisan tersebut:
1. Kesinambungan Sajian
Kesinambungan sajian dalam GBIM dan RPBB mengacu pada alur penyampaian materi yang runtut dan logis, mulai dari yang termudah hingga yang lebih kompleks. Hal ini mencakup hubungan antara kompetensi dasar, indikator, pokok-pokok materi, uraian materi, dan visual/setting.
Prinsip Kesinambungan Sajian:
Kompetensi Dasar: Menjadi acuan utama dalam menentukan materi yang akan disampaikan.
Indikator: Menjadi tolak ukur pencapaian kompetensi dasar.
Pokok-Pokok Materi: Disusun secara sistematis, dari konsep yang sederhana hingga yang lebih kompleks.
Uraian Materi: Menjelaskan pokok-pokok materi secara detail dan terstruktur.
Visual/Setting: Mendukung penyampaian materi dengan tampilan yang menarik dan relevan.
Contoh:
Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
Indikator: Siswa mampu menyebutkan minimal 3 ciri-ciri makhluk hidup.
Pokok-Pokok Materi:
Pengertian makhluk hidup.
Ciri-ciri makhluk hidup (bernapas, bergerak, tumbuh).
Contoh makhluk hidup di lingkungan sekitar.
Visual/Setting: Gambar hewan dan tumbuhan, animasi proses pertumbuhan, latar belakang hutan.
2. Penuangan Konsep (Message Design) Visual/Setting
Visual dan setting dalam media pembelajaran harus dirancang secara ringkas dan jelas, hanya memuat pokok-pokok visual/setting yang mendukung penyampaian materi. Visual/setting tidak boleh mengubah konsep isi atau materi yang ingin disampaikan.
Prinsip Penuangan Konsep Visual/Setting:
Ringkas dan Jelas: Visual/setting harus mudah dipahami dan tidak berlebihan.
Relevan dengan Materi: Visual/setting harus mendukung dan memperkuat konsep materi.
Tidak Mengubah Konsep: Visual/setting harus sesuai dengan isi materi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Contoh:
Materi tentang fotosintesis dapat menggunakan visual daun dengan proses kimia sederhana, bukan gambar yang rumit dan tidak relevan.
3. Visual/Setting yang Menggambarkan Kehidupan Sehari-hari
Visualisasi dalam media pembelajaran sebaiknya menggambarkan situasi riil dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membantu siswa menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam.
Prinsip Visualisasi Riil:
Kontekstual: Visual/setting harus sesuai dengan konteks kehidupan siswa.
Mudah Dikenali: Gambar atau ilustrasi harus familiar dan mudah dipahami oleh siswa.
Meningkatkan Keterlibatan: Visual yang relevan dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Contoh:
Materi tentang siklus air dapat menggunakan gambar sungai, laut, dan hujan yang sering dilihat siswa dalam kehidupan sehari-hari.
4. Penggunaan Animasi sebagai Penjelas atau Penguat Konsep
Animasi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menjelaskan atau memperkuat konsep yang sulit divisualisasikan secara langsung. Penggunaan animasi harus proporsional dan tidak mengganggu fokus siswa pada materi pembelajaran.
Prinsip Penggunaan Animasi:
Sebagai Penjelas: Animasi digunakan untuk menjelaskan konsep yang abstrak atau kompleks.
Sebagai Penguat: Animasi dapat memperkuat pemahaman siswa tentang konsep yang telah disampaikan.
Tidak Berlebihan: Animasi harus digunakan secukupnya agar tidak mengalihkan perhatian siswa dari materi utama.
Contoh:
Materi tentang tata surya dapat menggunakan animasi pergerakan planet mengelilingi matahari untuk menjelaskan konsep revolusi.
Contoh Penerapan Pedoman Penulisan dalam GBIM dan RPBB
Berikut adalah contoh penerapan pedoman penulisan dalam penyusunan GBIM dan RPBB untuk materi "Siklus Air":
Kesinambungan Sajian:
Kompetensi Dasar: Memahami proses siklus air dan pentingnya air bagi kehidupan.
Indikator: Siswa mampu menjelaskan tahapan siklus air secara urut.
Pokok-Pokok Materi:
Pengertian siklus air.
Tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi).
Manfaat siklus air bagi kehidupan.
Visual/Setting: Gambar sungai, laut, awan, dan hujan.
Penuangan Konsep Visual/Setting:
Visual yang digunakan hanya memuat gambar-gambar utama seperti matahari, air, awan, dan hujan.
Setting latar belakang berupa lingkungan alam yang familiar dengan siswa.
Visualisasi Riil:
Gambar sungai dan hujan yang sering dilihat siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan Animasi:
Animasi pergerakan air dari laut ke awan dan kembali ke bumi sebagai hujan.
Kesimpulan
Pedoman penulisan dalam penyusunan GBIM dan RPBB mencakup kesinambungan sajian, penuangan konsep visual/setting, visualisasi riil, dan penggunaan animasi. Dengan mengikuti pedoman ini, media pembelajaran dapat disusun secara sistematis, menarik, dan efektif. Hal ini tidak hanya memudahkan siswa dalam memahami materi, tetapi juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna

Tidak ada komentar:
Posting Komentar